1.
Adduser :
Menambah
pengguna
2.
alias
:
Untuk
membuat alias dan menampilkan alias yang sudah diset sebelumnya.
3.
any_command –help
Menampilkan keterangan
bantu tentang pemakaian perintah. “–help” sama dengan perintah pada DOS “/h”.
4.
apropos topic :
Menampilkan
bantuan manual berdasarkan topik.
5.
apt-get:
Digunakan untuk memperoleh
paket/software dari repository ubuntu secara online.
6.
bunzip2 filename.bz2 :
Meng-uncompress file
dengan format (*.bz2) dengan utiliti “bzip2″, digunakan pada file yang besar.
7.
cal:
Menampilkan
kalender
8.
cat /proc/cpuinfo :
Cpu
info. Melihat file pada /proc directori yang bukan merupakan file nyata (not
real files).
9.
cat /proc/interrupts :
Melihat
alamat interrupt yang dipakai.
10. cat /proc/version :
Versi
dari Linux dan informasi lainnya
11. cat /proc/filesystems :
Melihat
filesystem yang digunakan
12. cat /etc/printcap :
Melihat
printer yang telah disetup
13.
Cd directory :
Change directory.
Menggunakan cd tanpa nama direktori akan menghantarkan anda ke home direktori.
Dan cd - akan menghantarkan anda ke direktori sebelumnya.
14.
chgrp:
Untuk
mengganti grup pemilik suatu file atau direktori
15. Clear :
Membersihkan
layar
16.
cp source destination :
Mengopi suatu file
17. date :
Mencetak
atau merubah tanggal dan waktu pada computer.
18. df –h :
(=disk
free) Melihat informasi pemakaian disk pada seluruh system (in human-readable
form)
19. du / -bh :
(=disk usage) Melihat secara detil pemakaian
disk untuk setiap direktori, dimulai dari root (in human legible form).
20.
du:
Menampilkan
penggunaan kapasitas harddisk oleh suatu direktori.
21.
df:
Menampilkan
penggunaan partisi harddisk secara keseluruhan. df –h
22. Dmesg :
Mencetak
pesan-pesan pada waktu proses boot. (menampilkan file: /var/log/dmesg).
23. echo $PATH :
Melihat
isi dari variabel PATH. Perintah ini dapat digunakan untuk menampilkan variabel
environmen lain dengan baik. Gunakan set untuk melihat environmen secara penuh.
24.
fg
:
Mengembalikan
suatu proses yang dihentikan sementar(suspend) agar berjalan kembali di
foreground.
25.
Find
:
Untuk
menemukan dimana letak sebuah file. Perintah ini akan mencari file sesuai
dengan kriteria yang Anda tentukan. Sintaksnya adalah perintah itu sendiri
diikuti dengan nama direktori awal pencarian, kemudian nama file (bisa
menggunakan wildcard, metacharacters) dan terakhir menentukan bagaimana hasil
pencarian itu akan ditampilkan.
26.
find / -name “filename” :
Mencari “namafile” pada
komputer anda dimulai dengan direktori /. Namafile tersebut mungkin saja berisi
wildcard (*,?).
27.
finger username :
Melihat informasi user,
coba jalankan; finger root
28. free :
Informasi
memory (dalam kilobytes).
29.
ftp server :
Ftp ke mesin lain, ini
sangat berguna untuk mengopy file ke/dari remote mesin. Juga tidak aman,
gunakan scp dari keluarga ssh sebagai gantinya.
30.
Gimp :
(pada X terminal)
Program image editor yang sangat bagus, bisa disamakan dengan Adobe Photoshop,
yang membedakan adalah program ini gratis.
31.
gunzip filename.gz :
Meng-uncompress sebuah
file zip (*.gz” or *.z). dengan menggunakan gzip (juga zip atau compress) jika
anda menginginkan mengompress file.
32.
grep
:
Global
regular expresion parse atau grep adalah perintah untuk mencari file-file yang
mengandung teks dengan kriteria yang telah Anda tentukan.
33.
Halt :
reboot (sebagai root)
Halt atau reboot mesin. Lebih simple dari perintah di atas.
34.
head:
Secara
default menampilkan 10 baris pertama pada suatu file. Jika ingin menampilkan
jumlah baris yang berbeda dapat menggunakan option –n diikuti jumlah baris yang
diinginkan.
35.
history:
Menampilkan
perintah-perintah yang telah digunakan sebelumnya. Note: Linux memiliki
fasilitas untuk menyimpan perintah-perintah yang pernah digunakan.
36. hostname :
Menampilkan
nama local host (mesin dimana anda sedang bekerja). Gunakan perintah netconf
(sebagai root) untuk merubah nama host dari mesin tersebut, atau edit file
/etc/hosts
37.
less filename :
Melihat suatu file layar
per layar, dan tekan tombol “q” apabila ingin keluar.
38.
logout:
Untuk
keluar dari sistem.
39. id username
:
Mencetak
user id (uid) atau group id (gid).
40.
last :
Melihat user sebelumnya
yang telah login di komputer.
41.
ln -s source destination :
Membuat Simbolic Links.
42.
init:
Untuk
mengganti run level. Note: Karena penggunaan run level adalah hal yang
berpengaruh besar pada sistem, maka untuk melakukan ini harus menggunakan
SUPER-USER atau yang memiliki kemampuan sama dengan root.
43.
ls:
Menampilkan
isi dari sebuah direktori seperti perintah.
44.
Kill:
Perintah ini
akan mengirimkan sinyal ke sebuah proses yang kitatentukan.
45.
locate filename :
Mencari file dengan
string “filename”. Sangat mudah dan cepat dari perintah di atas.
46.
Ls :
Melihat isi file dari
direktori aktif.
47.
Ls –al :
Melihat seluruh isi file
pada direktori aktif beserta file hidden.
48. lsmod :
(as
root) Melihat module-module kernel yang telah di load
49.
lynx file.html :
Melihat file html atau
browse ke net dengan text mode, dimana gambar/image tidak dapat ditampilkan,
tapi lynx adalah suatu browser yang sangat cepat, sangat berguna bila anda
hanya menginginkan suatu artikel tanpa image.
50.
man:
Untuk
menampilkan manual pageatau teks yang menjelaskan secara detail bagaimana cara
penggunaan sebuah perintah. Perintah ini berguna sekali bila sewaktu-waktu Anda
lupa atau tidak mengetahui fungsi dan cara menggunakan sebuah perintah.
51. man topic
:
Menampilkan
daftar dari sistem manual pages (help) sesuai dengan topic. Coba man man. lalu
tekan q untuk keluar dari viewer. Perintah info topic Manual pages dapat dibaca
dilhat dengan cara any_command –help.
52.
Mc :
“Midnight Commander”
sebagai file manager, cepat dan bagus.
53.
mcopy source destination :
Mengcopy suatu file
dari/ke dos filesystem.
54.
mesg:
Perintah
ini digunakan oleh user untuk memberikan ijin user lain menampilkan pesan
dilayar terminal. Misalnya mesg Anda dalam posisi y maka user lain bisa
menampilkan pesan di layar Anda dengan
55.
Minicom :
Program Minicom (dapat
dikatakan seperti “Procomm/Hyperterminal for Linux”).
56.
mkdir directory :
Membuat direktori baru
57.
More :
Untuk melihat isi suatu
file, dengan tambahan perintah more, maka isi file tersebut ditampilkan layar
per layar.
58.
mv source destination :
Memindahkan atau
mengganti nama file
59.
Nautilus:
Digunakan untuk membuka tampilan GUI
secara langsung.
60.
Netscape :
(pada X terminal) menjalankan netscape, versi
pada waktu tulisan ini dibuat telah mencapai versi 4.7
61.
netscape -display
host:0.0 :
(pada X terminal)
menjalankan netscape pada mesin yang aktif dan menampilkan outputnya pada mesin
yang bernama host display 0 screen 0. Anda harus memberikan akses untuk mesin
aktif untuk menampilkannya pada mesin host dengan perintah xhost.
62.
passwd :
Digunakan
untuk mengganti password.
63.
pico filename :
Edit suatu text file.
64.
pico -w filename :
Edit suatu text file,
dengan menonaktifkan fungsi word wrap, sangat berguna untuk mengedit file
seperti /etc/fstab.
65.
Pine :
Email reader yang sangat mudah
digunakan, dan menjadi favorit banyak pemakai mesin Unix. Atau anda bisa pakai
email yang sangat customize, yaitu mutt .
66.
ping:
Untuk
melakukan test konektivitas/hubungan antara dua komputer dalam suatu jaringan
(LAN).
67.
program_name :
Menjalankan program pada
direktori aktif, yang mana tidak terdapat pada PATH anda
68. Ps :
(=print
status) Melihat proses-proses yang dijalankan oleh user
69. ps axu :
Melihat
seluruh proses yang dijalankan, walaupun tanpa terminal control, juga
ditampilkan nama dari user untuk setiap proses.v
70. pwd :
Melihat
direktori kerja saat ini.
71.
Reboot:
Digunakan
untuk merestart computer.
72.
rlogin server :
(remote login)
Menghubungkan anda kekomputer lain. Loginname dan password, tetapi apabila
account anda tersebut telah dipakai, maka anda akan mendapatkan pesan kesalahan
pada password anda. Sangat tidak aman juga, gunakan ssh sebagai gantinya.
73.
rmdir directory :
Menghapus direktori yang
telah kosong
74.
rm files :
Menghapus file
75.
rm -r files :
(recursive remove)
Menghapus file, direktori dan subdirektorinya.
76.
rsh server :
(remote
shell) Jalan lain untuk menghubungkan anda ke remote machine. Apabila login
name/password anda sedang dipakai di remote mesin tsb, maka password anda tidak
akan berlaku. Idem dengan rlogin, gantikan dengan ssh.
77.
rwho –a :
Melihat semua user yg
login pada network anda. Layanan perintah rwho ini harus diaktifkan, jalankan
setup sebagai root untuk mengaktifkannya.
78.
shutdown -h now :
(sebagai root) Shut down sistem. Umumnya
digunakan untuk remote shutdown. Gunakan untuk shutdown pada konsol (dapat
dijalankan oleh user).
79.
Startx :
Menjalankan X-window
server dan meload default windows manager. Sama seperti perintah “win” under
DOS dengan Win3.1
80.
startx — :1 :
Menjalankan sesi X-windows berikutnya pada
display 1 (default menggunakan display 0). Anda dapat menjalankan banyak GUI
terminal secara bersamaan, untuk pindah antar GUI gunakan , , etc, tapi ini
akan lebih banyak memakan memori.
81. set :
Melihat
environment dari user yang aktif
82.
su:
Untuk
berganti user aktif. Jika hanya menggunakan su saja maka diasumsikan user yang
dituju adalah root.
83. sudo su:
Digunakan untuk login sebagai
root/pengguna tertinggi
84.
talk username1 :
Berbicara dengan
keyboard dengan user lain yg sedang login pada mesin kita (atau gunakan talk
username1@machinename untuk berbicara dengan komputer lain). Untuk menerima
undangan percakapan, ketikkan talk username2. Jika seseorang mencoba untuk
berbicara dengan anda dan itu dirasakan mengganggu, anda bisa menggunakan
perintah mesg n untuk menolak pesan tersebut. Dan gunakan perintah who atau
rwho untuk melihat siapa user yang mengganggu tersebut
85.
tar -zxvf filename.tar.gz :
Meng-untar sebuah file
tar sekaligus meng-uncompress file tersebut (*.tar.gz atau *.tgz), untuk
meletakkannya direktori yg diinginkan tambahkan option -C direktori.
86.
tar -xvf filename.tar :
Meng-untar sebuah file
tar yang tidak terkompress (*.tar).
87.
telnet server :
Untuk menghubungkan
komputer kita ke komputer lain dengan menggunakan protokol TELNET. Gunakan nama
mesin atau Nomor IP mesin, dan anda akan mendapatkan prompt login name dari
mesin tersebut, masukkan passwordnya, oh ya .. anda juga harus punya account di
mesin remote tersebut. Telnet akan menghubungkan anda dengan komputer lain dan
membiarkan anda untuk mengoperasikan mesin tersebut. Telnet sangat tidak aman,
setiap yang anda ketik menjadi “open text”, juga dengan password anda! Gunakan
ssh alih-alih telnet untuk mengakses mesin secara remote.
88. time :
Melihat
jumlah waktu yg ditangani untuk penyelesaian suatu proses + info lainnya.
89. top :
Melihat
proses yang berjalan, dengan urutan penggunaan cpu.
90.
touch nama_file:
Digunakan untuk membuat file baru.
91.
unalias:
Kebalikan
dari perintah alias, perintah ini akan membatalkan sebuah alias. Jadi untuk
membatalkan alias dir seperti telah dicontohkan di atas, gunakan perintah: $
unalias dir
92. uname –a :
Informasi
system kernel anda
93.
unzip filename.zip :
Meng-uncompress file
dengan format (*.zip) dengan utiliti “unzip” yang kompatibel dengan pkzip for
DOS.
94. Uptime :
Melihat
jumlah waktu pemakaian komputer oleh seseorang, terhitung proses reboot
terakhir.
95.
vi:
Teks editor vi.Syntax : vi [nama_file].
Beberapa
perintah dasar vi yang banyak digunakan adalah : i : masuk ke mode INSERT, agar
dapat melakukan pengetikan. dd : untuk menghapus sebanyak 1 baris. dnd : untuk
menghapus sebanyak N baris. yyp : untuk meng-copy 1 baris penuh. [ESC] : untuk
keluar dari mode yang sedang aktif. :w : untuk menyimpan file (w = write). :q :
untuk keluar dari vi (q = quit). :wq : untuk menyimpan file dan langsung keluar
dari vi (wq = write quit)Syntax : wc [options] nama_file
96.
wall:
Mengirimkan pesan dan menampilkannya di terminal
tiap user yang sedang login. Perintah ini berguna bagi superuser atau root
untuk memberikan peringatan ke seluruh user, misalnya pemberitahuan bahwa
server sesaat lagi akan dimatikan
97.
wc:
Word
Count, menampilkan jumlah bytes, kata dan baris dalam suatu file .
98.
wget:
Digunakan untuk mendownload via terminal
99.
who :
Melihat user yang login
pada komputer kita.
100.whoami :
Mencetak
login name anda
101.xhost:
Perintah
ini digunakan untuk memberi akses atau menghapus akses(xhost -) host atau user
ke sebuah server X.
102.Xinit :
Menjalankan X-window
server (tanpa windows manager).
103.xset:
Perintah
ini untuk mengeset beberapa option di X Window seperti bunyi bel, kecepatan
mouse, font, parameter screen saver dan sebagainya.
104.Xterm :
(pada X terminal)
,menjalankan X-windows terminal. Untuk keluar ketikkan exit
105.Zip :
Perintah
ini akan membuat dan menambahkan file ke dalam file arsip zip. Lihat juga
perintah gzip dan unzip.
semoga bermanfaat buat kalian yah......!!!!!
sumber : http://www.slideshare.net/fikriaquarius/100-perintah-dasar-linux-16743847?related=1
sumber : http://www.slideshare.net/fikriaquarius/100-perintah-dasar-linux-16743847?related=1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar